Kiswah


KISWAH

(Kelambu Ka’bah)



Kiswah tau kelambu ka’bah sebelum masa pemerintahan Kerajaan Arab Saudi didatangkan dari mesir, yaitu pada masa pemerintahan Raja Saleh Najibuddin, setelah Raja Abdul Aziz memegang pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1346 H / 1927 M diinstruksikannya untuk membangun pabrik pembuat “Kiswah” di Mekah Al-Mukaromah, sejak saat itulah dimulainya pabrik pembuat kelambu ka’bah di bekerja.


Dalam perjalanan sejarah selanjutnya, putranya yang di sebut “pelayan dua Masjid suci” Raja Fadh bin Abdul Aziz memerintahkan untuk membuat kiswah yang terbuat dari benang sutera murni seberat 670 kg, dengan biaya pembuatan pada tahun 2004 sebesar 17 juta real (Rp. 42.500.000.000 ) yang dikerjakan selama delapan bulan dan melibatkan tenaga penjahit dan penyulam warga Saudi, mereka bekerja sepanjang tahun untuk menyulam ayat ayat Al-Qur’an yang dipasang dikelambu Ka’bah yang mulia.



Setiap tahun, sebalum musim haji tiba, diadakan upacara penggantian Kiswah yang dihadiri oleh Menteri Urusan Haji dan Wakaf Kerajaan Saudi Arabia dimana diserahkan kelambu/Kiswah kepada penjaga Baitullahilharam untuk di pasang di ka’bah, yang sebelumnya diadakan upacara mencuci Ka’bah dalam sebuah upacara yang kabar yang dihadiri oleh Gubernur Makkah mewakili pelayan dua Masjid Suci (raja) serta banyak pula dihadiri Pemimpin dan tokoh tokoh Islam terkenal.



Adapun potongan Kiswah yang ada ini berukuran 42cm x 49cm yang pernah digunakan untuk menutup Baitullah Ka’bah selama setahun, dan di lepas sebelum musim haji 2004 untuk dig anti dengan yang baru.

Potongan Kiswah ini di bingkai dengan “Kaligrafi baru” yang di buat dari border benang emas mencontoh seperti ayat yang terdapat pada kiswah yang utuh, yaitu surat Al-Imran ayat 96-97.



Sesungguhnya rumah yang mula mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang di berkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS. 3:96.)

Padanya terdapat tanda tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke BAitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta (QS. 3:97.)



Kiswah ini sunggu langka, bersejarah dan bernilai seni tinggi. Bahkan orang yang mendapatkan keistimewaan bisa memasuki kedalam Ka'bah seperti Presiden RI Bung Karno dan Presiden Soeharto itupun tidak bisa memiliki kiswah ini.



Bagi anda pecinta seni dan kolektor barang-barang langka dan bersejarah sangat disayangkan jika disia sia kan barang langka ini. silahkan menghubungi : +6285 6436 375 03 atau email : weemzz@gmail.com





CATEGORY : Antique, Rareness, Legend In The World
Kiswah : Jacquards of black Cloth sutra chromatic gave by the ornamen calligraphy used to close the Baitullah Ka'bah. The Kiswah changed every year at season of haji. the second hand Kiswah is usually cut to pieces and passed to by Great State (President, King), Moslem scholar Islam, elite figure of world class as present.

Is "cutting Kiswah" size measure 42 cm x 49 cm which have been used to close the Baitullah Ka'bah of during one year, and released at season of haji year 2004 to be changed by new Kiswah.

Article "new calligraphy" what is made of by bordir of gold yarn imitate the article such as those which there are at original Kiswah, that is surah of Al Imraan sentence 96-97, what its meaning : In fact develop primeval house for the (place of have religious service) human being, is Baitullah which Bakkah (Mekah) which benediction and become the guide for all human being (QS. 3 : 96).
At of there are real marking, (there are) maqam Ibrahim : whomever enter it (that Baitullah) becoming deed he ; doing haji are obligation of humen being to Allah, that is to people who ready to journey to Baitullah ; whomever disobey the (obligation haji), hence in fact Rich Allah The most (don't need something) from experienced earth. (QS. 3 : 97).


KISWAH ( NET OF KABAH)

Kiswah or mosquito net of Ka'bah of before a period of Royal Government of Arab Saudi in conduciving to from Egypt, that is at a period of Governance of King Saleh Najibuddin, after King of Abdul Aziz hold the Governance of Saudi Arabia Kindom in year 1346 H / 1927 M instruct of to develop the maker factory "Kiswa" in Makkah Al Mukarammah, after the time of that's strarting of factory of maker of mosquito net of Ka'bah work.

On the way history hereinafter his son of so-called "Steward Two Holy Mosque" King of Fahd bin Abdul Aziz command to make the made Kiswah from pure yarn sutra as heavy as 670 singk, by beaya is making in the year 2004 equal to 17 million Real (Rp.42.500.000.000,-) done by during eight month and entangle the energy of taylor and embroiders of citizen Saudi, they work during the year for the fresh vegetable of sentence Al-Qur'an attached mosquito net of Ka'bah excellency.

Every year before season haji arrive performed by ceremony of commutation Kiswah attended by Minister of Business of Monarchic Haji Communal Ownership and of Saudi Arabia of where delivered by mosquito net of Ka'bah / Kiswa to custodian Baitullahilharam to be attached in Ka'bah, attended by Governor Makkah deputize the steward two Holy Mosque (King) and also there are also many attended by the Leader and famous Islam figure. Even somebody getting idiosyncrasy can enter the Ka'bah of like President RI Mr. Soekarno and Mr. Soeharto even also not yet of course own the Kiswah so that this Kiswah is very scarce and valuable of high history.

As for cutting "Kiswah" existing this fairish 42 cm x 49 cm have been used to close the Baitullah Ka'bah of during one year, and released by before season of haji year 2004 to be changed by new Kiswah. this Cutting Kiswah is framed with the "New Calligraphy" that is made of by bordir of gold yarn follow the example of like sentence of found on intact Kiswah, that is surah of Al-Imran sentence 96-97.

In fact builded primeval house for the (place of have religious service) human being, that Baitullah which in Bakkah (Mekah) which benediction and become the guide for all human being (QS. 3 : 96).

At that there are real marking, (there are) Maqam Ibrahim; whomever enter it (That Baitullah) becoming peaceful is him; doing haji is obligation of human being to Allah, that is (to) one who ready to journey to Baitullah : Whomever disobey the (obligation haji), hence in fact Rich Allah The most (don't need something) from experienced earth (QS. 3 : 97)

If You Want Please Contact Us : 0856 4363 7503

0 comments from : | comment here

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home